Briket batu bara adalah bahan bakar padat hasil olahan dengan bentuk dan ukuran tertentu yang terbuat dari batu bara yang telah diproses ditambah sedikit bahan campuran seperti tanah liat dan tapioka.
Bahan bakar padat ini merupakan bahan bakar alternatif mengganti minyak tanah yang paling murah dan dimungkinkan untuk dikembangkan secara massal dalam waktu yang relatif singkat mengingat teknologi dan peralatan yang digunakan relatif sederhana.
Seperti apa bentuk briket batu bara?
Briket batu bara dapat diproses menjadi berbagai macam bentuk sesuai kebutuhan pemakai.
Tipe - tipe briket pada umumnya berbentuk kotak, bantal, telur, silinder (sarang tawon), kenari, dll

Apa keunggulan menggunakan briket batu bara?
* murah dan hemat (terjangkau untuk masyarakat daerah2 terpencil)
* pengganti BBM / kayu bakar / gas
* panas tinggi dan stabil, sehingga sangat baik untuk pembakaran yang lama
* tidak berbau dan berasap
* tidak beresiko meledak / kebakaran
* tidak mengeluarkan suara bising dan tidak berjelaga
* efisiensi pembakaran tinggi (45%)
* sumber daya alam yang melimpah (+/- 160 tahun)
* Dapat digunakan pada sembarang anglo, untuk menggantikan minyak tanah, kayu bakar dan gas
Apa saja jenis2 briket batu bara?
1. BRIKET KARBONISASI (briket super)
Briket jenis ini dibuat melalui proses karbonisasi sebelum dicetak menjadi briket. Proses karbonisasi tersebut untuk menurunkan zat - zat terbang (volatile matter) yang terkandung dalam batu bara. Namun proses ini akan meningkatkan biaya produksi serta waktu produksi yg diperlukan. Briket ini cocok untuk UKM, rumah tangga dan industri kecil.
2. BRIKET NON KARBONISASI (briket biasa)
Briket ini paling banyak digunakan, karena tidak melalui proses karbonisasi sehingga harganya lebih murah. Penggunaan briket ini biasanya menggunakan tungku dan sewaktu pembakarannya, volatile matter yg muncul akan terbakar habis dipermukaan tungku sehingga tetap aman untuk digunakan. Briket ini paling banyak digunakan untuk industri peternakan ayam (pemanas anak ayam)
3. BRIKET BIO BATUBARA
Briket jenis ini memiliki kualitas rendah, diproses manggunakan tambahan zat2 biomassa lain untuk mengurangi emisi dan mempercepat pembakaran. Zat yang digunakan biasanya ampas tebu, kelapa sawit, sekam padi, dan serbuk gergaji.
Bagaimana menggunakan briket batu bara?
Briket batu bara umumnya dipakai menggunakan tungku atau kompor briket.
Kompor / tungku dengan design khusus untuk mencapai efisiensi pembakaran yang tinggi, dan untuk menekan emisi gas yg dihasilkan.
- Kompor Briket : umumnya berkapasitas 1 - 10 kg, biasa digunakan untuk rumah tangga, rumah makan, catering, dll
- Tungku : kapasitas 5-12 kg, banyak digunakan untuk industri
Bagaimana dengan abu sisa pembakaran briket?
Pembakaran briket batu bara akan menyisakan abu. Abu tersebut dapat digunakan untuk pembuatan genteng, batu bata, conblock, atau dijadikan pupuk tanaman.
Industri apa saja yang dapat menggunakan briket batu bara?
* Peternakan Ayam (70%)~> paling banyak digunakan
* Rumah Makan
* Pembakaran Batu Bata
* Pembakaran Genteng
* Budidaya Jamur
* Industri kecil (catering, tahu, tempe, dan lain lain)
* Pengeringan Tembakau
* Pengeringan Karet/Coklat
* Rumah Tangga
* dan lain-lain
Mengapa menggunakan briket batu bara?
- Kenaikan harga bahan bakar minyak bumi ditambah persediaannya yg makin menipis, diperlukan solusi energi alternatif yg murah dan mudah didapat.
- Dengan kenaikannya harga BBM, maka penggunaan briket untuk industri akan lebih hemat dan menguntungkan.
- Briket juga sebagai pengganti kayu bakar sehingga dapat mengurangi penggundulan hutan dan pempertahankan ekologi hutan.
Diambil dari : berbagai sumber
0 comments: "Briket Batu Bara sebagai Alternatif Bahan Bakar Minyak dan Gas"
Post a Comment